<body bgcolor="#F3F4F7" leftmargin="0" topmargin="0" rightmargin="0" bottommargin="0" onLoad="MM_preloadImages ('http://i1110.photobucket.com/albums/h441/sajakmasisir/jpg/banner_4ganti.gif')"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5375152\x26blogName\x3dSajak+Masisir+(Blog+Beranda)\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://blogberanda.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://blogberanda.blogspot.com/\x26vt\x3d4066893638880322838', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 
 






 
Salam, Selamat datang di Komunitas Sajak Masisir  

Dikirim 9.4.08    
Ramsis, Mata Otak-ku yang Nakal 

Senja yang muncul di kota seribu menara
Aroma syisa yang menyengatkan rasa
Ku rebahkan jasadku mengikuti kepulan asapnya

Terlintas di mataku sosok anak hawa
Menyusup, memasuki bangunan tua.
Begitu dekat pandangan mataku padanya.

Warna merah yang ada pada bibirnya.
Putih mulus kulit yang membungkus tubuhnya.
Lekuk bodi tubuh yang menggoda rasa…

Sibakan angin yang membukakan tonjolan gunungnya…
Membuat mataku asyik manatapnya.
Hingga otak nakalku mencerna …

betapa indah gundukan miliknya.
Yang terselip di antara kedua bongkahan pahanya.
Wooooow… sungguh, aku terkesima melihatnya.







Dicatat oleh mafia gurun, Jam 1:21 AM |    




Dikirim 6.4.08    
Kabut Senja 

berdiri... aku terpaku dalam kelam
meniti masa dalam sebuah penantian
onak duri tak lagi aku hiraukan
demi gapai sebuah impian

dalam gelapnya malam
aku hanya mampu bersimpuh
dengan uraian bening bening kaca
yang membaur iringi sajak sajak-Mu
pesona keindahan alam

terkadang gelak tawa
membuat pilu hati yang terluka
menyayat jiwa yang sedih
yang s'lalu berharap
akan sebuah kedamaian
dalam cita dan cinta






Dicatat oleh walilaskar, Jam 1:03 PM |    




Hadir dari sajak-sajak tercecer, kemudian kami kemas sebagai catatan-catatan duplikat hati yang acap kali meraung menyuarakan irama-irama kebebasan, kesefahaman, penolakan, penyesalan, kritik, keindahan dan romantisme. mungkin hanya rangkaian huruf-huruf setengah jadi, namun izinkanlah ianya dinamai sebagai sajak. Hanya untuk menjembatani inspirasi-inpirasi terpasung, sangat sayang jika sekedar tertoreh di atas lembaran kertas-kertas usang.



Jumlah Pengunjung
Sejak April 2007

Best View : IE, 1024x768 px


Powered by Yahoo Groups
© 2007 TintaKita Corporation
Design : abditea. All Rights Reserved
Powered By : blogger.com & aoshartos.com