<body bgcolor="#F3F4F7" leftmargin="0" topmargin="0" rightmargin="0" bottommargin="0" onLoad="MM_preloadImages ('http://i1110.photobucket.com/albums/h441/sajakmasisir/jpg/banner_4ganti.gif')"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5375152\x26blogName\x3dSajak+Masisir+(Blog+Beranda)\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://blogberanda.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://blogberanda.blogspot.com/\x26vt\x3d4066893638880322838', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 
 






 
Salam, Selamat datang di Komunitas Sajak Masisir  

Dikirim 15.1.08    
Ujian oh Ujian; Renungan Lapang di Sela Kesempitan 


Ujian menjelang ujian datang ujian menantang ujian lagi aku masuk ujian.
Dalam dingin dalam sepi dalam kesendirian dalam keramaian aku berjuang.
Melawan malas melawan beku otakku aku panas-panaskan dengan bacaan-bacaan.
Ragaku rapuh jiwaku rengkuh aku kuat-kuatkan aku semangat-semangatkan.
Kerena dengan ujian karena melewati ujian adalah satu-satunya keniscayaan,
Menuju masa depan menuju titik tingkatan yang telah diimpi-impikan.


Maka dalam ujian aku tekadkan dan dalam ujian aku terimakan,
Membagi-bagi waktuku dengan perencanaan mengisinya dengan penuh penghayatan.
Tidak pagiku tidak siangku tidak soreku tidak malamku tidak aku siakan.
Semuanya aku gunakan semuanya aku kerjakan semuanya aku manfaatkan.
Betapa detik betapa menit betapa jam sungguh berhargakan.
Dalam masa ujian aku seakan telah bisa ber`itba’ kepada Nabi, Sahabat, Tabi’in, Salafiyyin as-Sholihin, yang membagi malam-malam mereka menjadi tiga bagian;
Sepertiga pertama untuk belajar, sepertiga kedua untuk istirahat dan sepertiga terakhir untuk bermunajat.
Ohh...sungguh manfaat..!

Dalam ujian waktuku teratur dalam ujian hidupku normal.
Dalam ujian makanku teratur dalam ujian ibadahku tersentral.
Dalam ujian ragaku makmur karena otakku harus kerja lembur.
Dalam musim ujian dalam semangat ujian dalam rangka menempuh ujian ada latihan kedisiplinan, keteraturan, pemanfaatan dan penghayatan.
Karena dalam ujian dalam sudut-sudutnya aku temukan dimensi pelajaran, yang terbiaskan dalam ritus-ritus keseharian; kopi hangat, teh manis, susu segar, madu, jahe, cemilan ringan seadanya diiringi petikan gitar Flamenco dan Gypsy Kings yang lembut syahdu menemani hari-hari menyantap beratus hingga beribu halaman diktat.
Shalawat maktubah, shalat rawatib, masjid, wirid pagi-sore, qiyamul lail, shalat hajat, hingga puasa Senin-Kamis bahkan Daud, menambah kekhusyuan penghayatan akan beratnya ujian dalam proses pencapaian sebuah titik tuju yang didamba-dambakan.
Karena dalam posisi seperti ini manusia ibarat dalam medan perang, nyata, tidak lagi sebatas mimpi, karenanya mau tidak mau harus dijalani, dengan ikhtiar sebisanya, dengan segala daya dan usaha semampunya.

Maka dalam beberapa jenak peristirahatan aku menerawang
Haruskah setiap ujian diformalkan, bahkan ujian kehidupan dari Sang Maha Raja
Agar raportnya bisa segera diterimakan; entah dalam peralihan tahun atau di pergantian umur
Lalu dari situ akan ada evaluasi
Untuk mempertahankan, atau memperbaiki!?


Ohh...andai hari-hari biasaku bisa semanfaat hari-hari ujian !
Ohh...mungkin aku akan bisa sampai ke derajat makrifat ??
Atau setidaknya aku telah merefleksikan kesyukuran
Atas setiap nafas yang terhembus dan lalu terisi kembali tanpa harus membeli !.

Ujian menjelang ujian datang ujian menantang ujian lagi aku masuk ujian.
Dalam dingin dalam sepi dalam kesendirian dalam keramaian aku berjuang.
Melawan malas melawan beku otakku aku panas-panaskan dengan bacaan-bacaan.
Ragaku rapuh jiwaku rengkuh aku kuat-kuatkan aku semangat-semangatkan.
Kerena dengan ujian karena melewati ujian adalah satu-satunya keniscayaan,
Menuju masa depan menuju titik tingkatan yang telah diimpi-impikan.

Ohh...andai hari-hari ujian bisa mengilhami hari-hari biasaku seterusnya sepanjang hayatku...!

Ohh...Nawaitu Lillah !

_Cairo, 15 Januari 2008, 13.00 CLT_


Dicatat oleh Sabdapena, Jam 2:59 PM |    




Hadir dari sajak-sajak tercecer, kemudian kami kemas sebagai catatan-catatan duplikat hati yang acap kali meraung menyuarakan irama-irama kebebasan, kesefahaman, penolakan, penyesalan, kritik, keindahan dan romantisme. mungkin hanya rangkaian huruf-huruf setengah jadi, namun izinkanlah ianya dinamai sebagai sajak. Hanya untuk menjembatani inspirasi-inpirasi terpasung, sangat sayang jika sekedar tertoreh di atas lembaran kertas-kertas usang.



Jumlah Pengunjung
Sejak April 2007

Best View : IE, 1024x768 px


Powered by Yahoo Groups
© 2007 TintaKita Corporation
Design : abditea. All Rights Reserved
Powered By : blogger.com & aoshartos.com