<body bgcolor="#F3F4F7" leftmargin="0" topmargin="0" rightmargin="0" bottommargin="0" onLoad="MM_preloadImages ('http://i1110.photobucket.com/albums/h441/sajakmasisir/jpg/banner_4ganti.gif')"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5375152?origin\x3dhttp://blogberanda.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 
 






 
Salam, Selamat datang di Komunitas Sajak Masisir  

Dikirim 10.9.07    
Ya Lahwi! 


Ya lahwi,
hatiku dirundung duka
merajut benang hampa

Ya lahwi,
jendelajendelamu telah terkunci,
hanya tertinggal sepi

Ya lahwi,
kutinggal sepi
kurengkuh gaduh



Ya lahwi,
kau usir aku
"Pergilah!" katamu

Ya lahwi,
"Kenapa?"
Tanyaku padamu

Ya lahwi,
"Begitulah!"
Jawabmu

Ya lahwi,
Lalu kataku,
"Ya sudah, aku pergi!"


Antara Husein dan Makram Abied, 9 September 2003.

*"Ya lahwi!" adalah ungkapan dalam bahasa sehari-hari Mesir yang dapat diartikan dengan "Amboi!" dalam Bahasa Indonesia, lebih nikmat jika diucapkan dengan suara yang agak meninggi, "Ya lahwiiii...."

Labels:



Dicatat oleh Faisal Zulkarnaen, Jam 1:37 PM |    




Dikirim 23.8.07    
KIDUNG QOLBU (1) 


Desiran angin di puncak loteng
di ujung mahkota penjara suci
membisikkan rahmat Tuhan

Desiran angin di puncak loteng
menyisir daun-daun
mengelus kubah masjid




Desiran angin di puncak loteng
tiada henti menyusup...
menyingkap dan membalik lembaran malam

Desiran angin di puncak loteng
timanglah kidung qolbuku
bawalah dalam pelukanmu

Desiran angin di puncak loteng
hembuskan nadaku
pada mereka yang lupa sesama

Desiran angin di puncak loteng
bujuklah telinga hatinya
bisikkanlah mereka adalah sama


Oktober 2002

Labels:



Dicatat oleh Faisal Zulkarnaen, Jam 10:22 AM |    




Dikirim 19.8.07    
PUN 

ku cari di sudut panggung
makna kemerdekaan itu
belum ku temukan

pun

ku lirik dikau
di ujung rerumputan
belum ku dapatkan

pun

bersembunyi di mana?
engkaukah itu di antara kerumunan?
di dalam sanubari-sanubari terluka?

pun

pekikku
tetap
merdeka!


Cairo, 19 Agustus 2007





Labels:



Dicatat oleh Faisal Zulkarnaen, Jam 8:08 AM |    




Hadir dari sajak-sajak tercecer, kemudian kami kemas sebagai catatan-catatan duplikat hati yang acap kali meraung menyuarakan irama-irama kebebasan, kesefahaman, penolakan, penyesalan, kritik, keindahan dan romantisme. mungkin hanya rangkaian huruf-huruf setengah jadi, namun izinkanlah ianya dinamai sebagai sajak. Hanya untuk menjembatani inspirasi-inpirasi terpasung, sangat sayang jika sekedar tertoreh di atas lembaran kertas-kertas usang.



Jumlah Pengunjung
Sejak April 2007

Best View : IE, 1024x768 px


Powered by Yahoo Groups
© 2007 TintaKita Corporation
Design : abditea. All Rights Reserved
Powered By : blogger.com & aoshartos.com